Senin, 24 Desember 2012

Sosiologi Olahraga dan Pembentukan Karakter


Sosiologi Olahraga dan Pembentukan Karakter
1.  Pengertian Sosiologi Olahraga
Sosiologi olahraga merupakan ilmu terapan, yaitu kajian sosiologis pada masalah keolahragaan. Proses sosial dalam olahraga menghasilkan karakteristik perilaku dalam bersaing dan kerjasama membangun suatu permainan yang dinaungi oleh nilai, norma, dan pranata yang sudah melembaga. Kelompok sosial dalam olahraga mempelajari adanya tipe – tipe perilaku anggotannya dalam mencapai tujuan bersama, kelompok sosial biasanya terwadahi dalam lembaga sosial, yaitu organisasi sosial dan pranata. Beragam pranata yang ada ternyata terkait dengan fenomena olahraga.

2.  Bidang Kajian Sosiologi Olahraga
Bidang kajian sosiologi olahraga sangat luas, mengingat hal itu para ahli berupaya mencari batasan bidang kajian yang relevan misalnya:
a.       Heizemann menyatakan bagian dari teori sosiologi yang dimasukkan dalam ilmu olahraga meliputi:
·         Sistem sosial yang bersangkutan dengan garis sosial dalam kehidupan bersama, seperti kelompok olahraga, tim, dan klub olahraga lainnya.
·         Masalah figure sosial, seperti figure olahragawan, Pembina, yang berkaitan dengan usia, pendidikan, dan pengalaman.
b.      Plessner dalam studi sosiologi olahraga menekankan pentingnya perhatian yang harus diarahkan pada pengembangan olahraga dan kehidupan dalam industri modern dengan mengkaji teori kompensasi.
c.       G Magname menguraikan tentang kedudukan olahraga dalam kehidupan sehari-hari, masalah olahraga rekreasi, masalah juara, dan hubungan antara olahraga dengan kebudayaan.
d.      John C.Phillips mengkaji tema yang berhubungan dengan olahraga dan kebudayaan, pertumbuhan, dan rasional dalam olahraga.
e.       Abdul Kadir Ateng menawarkan pokok kajian sosiologi olahraga yang meliputi pranata sosial, seperti sekolah, dan proses sosial seperti perkembangan status sosial atau prestise dalam kelompok dan masyarakat.
Berikut ini contoh-contoh sosiologi olahraga yang dinyatakan oleh Abdul Kadir Ateng:
·         Pelepasan emosi (dengan cara yang dapat diterima masyarakat).
·         Pembentukan pribadi (mengembangkan identitas diri)
·         Kontrol sosial (penyerasian dan kemampuan prediksi)
·         Sosialisasi (membangun perilaku dan nilai-nilai bersama yang sesuai)
·         Perubahan sosial (interaksi sosial, asimilasi dan mobilitas)
·         Kesadaran (pola tingkah laku yang benar)
·         Keberhasilan (cara pencapaian dengan turut aktif atau sebagai penikmat)

3.  Peranan Sosiologi Olahraga dalam Pembentukan Karakter
Berdasarkan perjelasan diatas, sosiologi olahraga memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Melalui proses sosial yang terjadi di dalam aktivitas olahraga, dapat menghasilkan suatu karakteristik baik itu berupa prilaku bersaing atau bekerjasama yang dilandasi dengan karakter moral dan karakter sosial.
Karakter moral dalam olahraga dapat membangun kejujuran, keadilan dan tanggung jawab. Aspek – aspek karakter moral ini dialami oleh semua pihak dalam aktivitas sosial dalam olahraga. Seorang pelatih, atlet maupun wasit dalam menjalankan tugasnya masing – masing harus berpedoman pada aspek – aspek tersebut karena selain dapat membentuk karakter, juga merupakan modal untuk mencapai kesuksesan dari tujuan olahraga. Dalam aktivitas sosial berolahraga, seorang atlet yang jujur dan bertanggung jawab, akan melaksanakan latihan sesuai dengan yang diperintahkan pelatihnya. Kebiasaan, penanaman kedisiplin dan keteladanan yang diterima saat berolahraga akan terbawa pada bidang kehidupan yang lainnya. Karena semua aspek – aspek tersebut sudah melekat di dalam diri dan sudah merupakan karakter dari sebuah kepribadian. 
Begitu pula dengan karakter sosial. Kerjasama tim, loyalitas, ketekunan, pengorbanan diri, dan etika kerja dalam berolahraga dapat membentuk kedisiplinan diri. Mereka yang memiliki kedisiplinan tinggi, tentunya akan mendapat hasil yang diharapkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar