Senin, 24 Desember 2012

Nilai – Nilai Filosofi Taekwondo dalam Pembentukan Karakter

Nilai – Nilai Filosofi Taekwondo dalam Pembentukan Karakter
Taekwondo sebagai salah satu cabang olahraga, dapat membentuk pribadi menjadi seseorang yang berkarakter. Filosofi Taekwondo, mungkin dapat disimpulkan dengan baik melalui filosofi Hongik-Ingan ; cinta damai, semangat integritas, membela kebenaran dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Filosofi ini, terwakili dalam Azas Taekwondo, yang didasarkan pada prinsip-prinsip Hwarang – Do .
1. Kesopanan (Ye Ui)
2. Integritas (Yom Chi)
3. Ketekunan (Dalam Hae)
4. Pengendalian diri (Gukin Gi)
5. Semangat Pantang Menyerah(Baekjeul Bool Goal) 

1.  Kesopanan / Courtesy (Ye ui) : Bersikap Sopan dan Menghormati
Kesopanan, mengedepankan saling pengertian, keharmonisan, kedamaian, kerendah-hatian, kerjasama, hormat-menghormati, dan rasa keadilan. Kesopanan (Courtesy) dapat terlihat pada :
·         Politeness (Sopan Santun) : mengucapkan “tolong” dan “terimakasih”, membuka /menutup pintu bagi orang lain, dan meminta tolong ketimbang menyuruh.
·         Mampu membawa diri dalam urutan Tingkatan Sabuk (Distinction of Roles) : Cara kita berbicara atau bertindak kepada senior, orang tua atau Guru; dan juga cara kita menyayangi dan peduli kepada junior.
·         Memikirkan orang lain( Consideration of Others) : Selalu berusaha untuk peduli bagaimana perasaan orang lain atau bagaimana pendapat orang lain dalam ucapan maupun tindakan kita. Dan memperlakukan orang lain dengan baik dan sopan.
·         Memberi pujian atau menghormati orang lain (Compliment/Honor Others)
·         Memaafkan orang lain / memaafkan kesalahan yang tidak berarti.
·         Rasa Hormat (Deference) : Mendahulukan orang lain, jika hal itu akan sangat menolong orang tersebut, dan juga menunjukkan rasa hormat kita.
·         Kebaikan (Generosity) : Memberi sesuatu kepada orang lain dengan atau tanpa diminta.

2.  Integritas / Integrity (Yom Chi): Selalu Menegakkan Kebenaran
Dalam Taekwondo, kita harus dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, dan kita harus mempunyai kesadaran akan kedua hal tersebut. Kita harus selalu mengikuti kata hati dan nilai-nilai yang ada dalam diri dan juga dalam lingkungan tempat tinggal kita dengan tindakan yang konsisten. Jika kita menerapkan integritas dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pergaulan dengan orang lain, orang-orang akan belajar menghargai diri kita sebagai orang yang dapat diandalkan, bertanggungjawab, dan jujur. Integritas dapat dilihat pada :
·         Kejujuran (Honesty) : Jujur pada diri sendiri dan orang lain
·         Konsisten (Consistency) : Konsisten dalam ucapan maupun tindakan dalam kehidupan sehari-hari
·         Kesetiaan (Loyalty) : Setia kepada orang lain, baik itu keluarga, teman, senior, junior, Negara dan lain-lain.
·         Taat kepada nilai-nilai yang berlaku (Adherence to a standard of Values) : Selalu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
·         Belajar dari kesalahan (Learning from mistakes) : Menggunakan kesalahan yang telah kita buat sebagai alat untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

 3.  Ketekunan dan Kekerasan Hati /Perseverance (In Nae)
Ketekunan adalah syarat yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan. Sukses mendatangi mereka yang tidak pernah menyerah. Ketekunan membutuhkan banyak usaha didalam mencapai sesuatu yang besar. Sejumlah besar kepuasan pribadi dapat diperoleh melalui pertumbuhan, penguasaan, dan pengetahuan yang didapatkan dari banyaknya latihan serta komitmen untuk mencapai tujuan. Ketekunan dapat dilihat pada :
·         Kesabaran (Patience) : Kemampuan untuk bersikap tenang ketika situasi menjadi sulit / keras.
·         Fokus pada Tujuan (Focus on goals) : Menanamkan pada pikiran kita apa yang akan kita capai.
·         Mengatasi Hambatan (Overcoming Obstacles) : Selalu berusaha mengatasi halangan / rintangan yang ada dalam mencapai tujuan ketika situasi yang sulit datang.
·         Mengikuti Keyakinan (Following your Convictions) : Mengetahui dan melakukan apa yang kita yakini kebenarannya.

 4.  Pengendalian Diri/ Self Control (Guk Gi)
Hilangnya pengendalian diri didalam latihan dapat mengakibatkan cidera bagi diri sendiri dan orang lain. Kemampuan kita untuk beradaptasi terhadap lingkungan dan mengenali kemampuan kita juga dapat disebut pengendalian diri (Self Control). Ketidakmampuan untuk hidup dengan kemampuan yang kita miliki menunjukkan kurangnya pengendalian diri, contoh : sewaktu sparring (kyorugi), seseorang tidak dapat mengontrol tendangannya kearah muka, tetapi tetap melakukannya, hal ini dapat mengakibat konsekuensi yang berbahaya. Jika kita dapat mengendalikan diri kita (dalam hal ini teknik) maka kita tidak perlu mengucapkan kata “Maaf, tadi saya salah” kepada orang lain. Self Control dapat dilihat pada :
·         Pengendalian (Restraint) : Cara kita mengontrol tindakan kita ketika kesal atau marah.
·         Disiplin (Discipline) : Kemampuan untuk tetap focus dan konsisten pada tujuan, dan konsisten dengan tindakan dalam mencapai tujuan.
·         Penguasaan Diri (Self-Mastery) : Kontrol terhadap kata-kata dan tindakan
·         Kebijaksanaan (Discretion) : Tidak berbicara atau bertindak yang dapat menyakiti orang lain.
·         Kekuatan Kemauan (Will Power) : Mempunyai kekuatan, keinginan dan sikap untuk melakukan sesuatu bahkan dalam situasi yang sulit  sekalipun.
·         Martabat / Kehormatan (Dignity) : Menjaga Martabat diri sendiri.

 5.  Semangat Pantang Menyerah (Baekjul Boolgol)
Semangat pantang menyerah juga dapat berarti berani menegakkan keadilan, tanpa mempedulikan apa kata orang lain. Dapat juga berarti mempunyai keberanian untuk menjadi diri sendiri setiap waktu, dan melakukan apa yang menurut kita benar dengan mengabaikan tekanan dari orang lain yang berusaha menghalangi.
Semangat pantang menyerah ini juga berarti kita mempunyai semangat yang kuat, yang tidak dapat dihancurkan atau disingkirkan oleh kesengsaraan / kesusahan atau halangan yang merintangi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar